Perlindungan Konsumen Bisnis Online Dan Transaksi Elektronik

March 7th, 2014 No comments

1. Perlindungan Konsumen Bisnis Online &Transaksi Elektronik

Kegiatan bisnis onlfne dan transaksi elektronik juga terkait dengan UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Masyarakat (konsumen akhir) yang membeli produk-produk melalui jaringan internet harus mendapat perlindungan hukum agar terhindar dari produk-produk yang tidak bermutu dan tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah.Se|ain itu, konsumen juga harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya kerugian akibat praktik penipuan dan kejahatan yang marak terjadi dalam bisnis online dan transaksi elektronik. Tindak pidana penipuan yang marak terjadi dalam bisnis online dan transaksi elektronik juga perlu ditangani melalui penerapan pasal penipuan sebagaimana diatur dalarn Kitab Undang-Unolang Hukum Pidana (KUHP). Dalam penanganan tindak pidana penipuan, pihak konsumen dapat melaporkan kepada Kepolisian. Sedangkan dalam penyelesaian sengketa kon— sumen dengan pelaku usaha, pihak konsumen dapat menyelesaikan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Bagus Hanindyo Mantri (2007) menyatakan, UUPK belum dapat melindungi konsumen dalam transaksi e-commerce karena keterbatasan pengertian pelaku usaha yang hanya khusus berada di Wilayah negara Republik

Indonesia, dan keterbatasan hak-hak konsumen yang diatur dalam UUPK. Perlindungan hukum terhadap konsumen yang seharusnya diatur meliputi perlindungan hukurn dari sisi pelaku usaha, konsumen, produk, dan Permasalahan yang timbul mencakup permasalahan yuridis dan non-yuridis. Permasalahan yuridis meliputi keabsahan perjanjian menurut KUHPerdata, penyelesaian sengketa transaksi e-commerce, UUPK yang tidak akomodatif, dan tidak adanya lembaga penjamin toko online. Permasalahan non-yuridis meliputi kemanan bertrangaksi, serta tidak pahamnya konsumen dalam bertransaksi (El-commerce?”

Aspek perlindungan konsumen dalam bisnis online dan transaksi elektronik juga di’atur dalam PP 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem clan Transaksi Elektronik (PSTE). Pasal 49 PP 82/2012 menyatakan bahwa:

1) Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui sistem elektronik wajib menyediakan informasi yang lengkap dan benar berkaitan dengan rat kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan.

2) Pelaku usaha wajib memberikan kejelasan informasi tentang penawaran kontrak atau iklan.

3) Pelaku usaha wajib memberi batas waktu kepada konsumen untuk mengembalikan barang yang dikirim apabila tidak sesuai dengan perjanjian atau terdapat cacat tersembunyi.

4) Pelaku usaha wajib menyampaikan informasi mengenai barang yang telah dikirim.

5) Pelaku usaha tidak dapat membebani konsumen mengenai kewajiban membayar barang yang dikirim tanpa dasar kontrak.

Perlindungan konsumen dalam bisnis online dan transaksi elektronik juga diatur dalam RPP Perdagangan Secara Elektronik (E-Commerce) yang saat ini sedang diproses Kementerian Perdagangan menjadi Peraturan Pemerintah (PP). Penguatan perlindungan konsumen dalam perdagangan secara elektronik adalah aspek yang sangat penting. Penguatan tersebut tidak cukup hanya sebatas regulasi, diperlukan juga penguatan dalam ben

Hanindyo Mantri, 2007, “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Tran! saksi E-Commerce”, Tesis, Program Maqister llmu Hukum, Unlvermtas Dxponeqoro, Semarang

PERUNDUHGAN KGNSUMER BISHIS UNUNE 8x THANSAKSi ELEKTRHNIK 123

1 tuk mekanisme kelembagaan yang bertujuan meningkatkan signifikansi

dan kepercayaan (kredibilitas) dari Iembaga—Iembaga terkait yang memiliki

kewenangan untuk melindungi kedua beiah pihak (konsumen dan produ

sen) dari praktik penipuan dan penyaiahgunaan media internet.

Bentuk penguatan mekanisme kelembagaan dapat dilakukan dengan memperkuat fungsi Lembaga Sertifikasi Keandalan sebagai pihak ketiga yang dapat dipercaya dalam penerbitan sertifikat keandalan dalam bentuk digital. Penguatan juga dapat dilakukan dengan cara menciptakan iklim bisnis online menjadi lebih aman dan dipercaya oleh masyarakat pengguna konsumen. Dalam penyelenggaraan bisnis on/ine atau e-commerce diperlukan 4 (empat) aspek keamanan yaitu: authentificarion (pembuktian keaslian), integrity (kejujuran), non-repudation (tidak dapat disangkal), dan confidentiality (kerahasiaan/pertukaran informasi sesuai kelayakan penerima).

RPP Perdagangan Secara Elektronik (E-Commerce) akan mengatur bentuk pengungkapan informasi onh’ne sebagai salah satu bentuk tindakan perlindungan konsumen dengan menitikberatkan pada pengungkapan infor: masi yang meliputi:

a) Pengungkapan informasi mengenai bisnis, meliputi legalitas dan iden

titas bisnis, domisili, alamat email atau kontak elektronik Iain, nomor telepon, alamat registrasi, Iisensi dan sertifikasi terkait yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang (misal: dokumen izin ekspor bagi pelaku usaha yang memiliki cakupan perdagangan cross border);

b) lnformasi mengenai barang/jasa, meliputi aksesabilitas konsumen untuk mengunduh representasi barang sebagai rujukan melakukan transaksi dan alat bukti ketika barang yang dikirim tidak sesuai dengan repre— sentasi yang telah diunduh (di-download);

c) tnformasi mengenai transaksi, meliputi keharusan pelaku usaha e-commerce untuk merinci secara jelas dan rinci terkait dengan syarat dan ketentuan transaksi, termasuk seluruh biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen.

RPP Perdagangan Secara Elektronik akan membagi persyaratan minimal

informasi yang harus diberikan terkait barang dan jasa, termasuk tetapi tidak terbatas pada:

a) Jenis barang/jasa

b) Bentuk/dimensi barang

c) Cara penggunaan

d) Pembatasan penggunaan

e) Harga total yang harus dibayar pelanggan

Ketentuan tentang barang/jasa yang ditawarkan melalui bisnis on/ine atau e-commerce tersebut bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas dan terbuka serta untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen bisnis online,

RPP Perdagangan Secara Elektronikjuga mengatur mekanisme pengembalian dana (charge-backs) yang telah ditransfer oleh konsumen apabila pihak penjual/pedagang (merchant) belum mengirimkan barang atau mengirimkan barang yang tidak sesuai dengan kontrak/perjanjian. RPP ini melalui ketentuan Bank indonesia akan mengatur mengenai mekanisme “penahanan pembayaran” (retain payment) dari konsumen ke pedagang/ merchant yang harus ditahan oleh penerima pembayaran elektronik sampai batas waktu tertentu hingga produk diterima konsumen, untuk menunggu apakah terdapat klaim/komplain terhadap transaksi yang terjadi, sebelum pembayaran tersebut diteruskan ke pihak pedagang/merchant.

Edukasi pelanggan juga diatur dalam RPP Perdagangan Secara Elektro~ nik. RPP ini menekankan pentingnya pengaturan pasal secara lebih spesifik mengenai kevvajiban pelaku usaha dan pemerintah untuk melinolungi konsurnen melalui peningkatan kesadaran konsumen terhadap penyelenggaraan e-commerce, serta peningkatan peran aktif konsumen dalam melakukan praktik bisnis melalui media e}ektronik.

RPP Perdagangan Secara Elektronikjuga mengatur perlindungan hukum bagi pelaku bisnis selaku penyelenggara perdagangan secara elektronik. Perlindungan bagi pelaku b’rsnis online atau e-commerce tersebut antara lain berupa verifikasi identitas pelanggan. Untuk memastikan perlindungan bagi pelaku usaha, perlu ada suatu mekanisme yang memastikan kebenaran identitas pelanggan, Hal ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan adanya Sing/e Identity Number (SIN) atau Nomor lnduk Kependudukan (NIK) yang bersifat tunggal sebagaimana yang saat ini dikembangkan oleh Kemeterian Dalam Negeri dalam pernbuatan KTP elektronik. Perlindungan hukum bagi peiaku bisnis on/ine atau e—commerce juga dapat di1akukan dengan penggunaan tanda tangan elektronik (digital signature/D5).

RPP Perdagangan Secara Elektronik mengatur praktik bisnis yang adil (fair trade). RPP ini akan menitikberatkan pada pentingnya membangun kepercayaan antara pelaku usaha dan konsumen dalarn perdagangan elektronik melalui penerapan praktik bisnis yang adil dan tidak merugikan semua pihak. Penerapan praktik bisnis yang adil memerlukan penguatan sistern hukum yang mengatur perlindungan kedua belah pihak (pelaku usaha dan konsumen), kebijakan praktis, dan kebijakan proteksi yang dapat diandalkan, yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan menjaga derajat keseimbangan hak dan kewajiban antara konsumen LE dan pelaku usaha dalam transaksi perdagangan elektronik.

Pentingnya aspek perlinolungan konsumen dalam bisnis oniine atau e-commerce juga disuarakan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Tujuan OECD adalah membangun pola relasi I simetris antara pelaku usaha dan konsumen yang melakukan transaksi se cara elektronik. Pemerintah nasional, pelaku usaha, clan konsumen harus menjalin kerjasama yang baik dan efektif agar mendatangkan manfaat bagi semua pihak, di mana hak-hak konsumen daiam perdagangan elektronik harus memperoleh perha’tian khusus dan diproteksi dengan kebijakan, regulasi dan mekanisme kelembagaan yang komprehensif.

Guna menjamin adanya perlindungan hukum yang maksimai terhadap konsumen di Indonesia (termasuk konsumen bisnis online), Pemerintah membentuk Badan Pengavvas Obat dan Makanan (BPOIVI) serta Badan Standarisasi Nasional (BSN). BPOIVI dan BSN adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berada di bawah presiden clan bertanggung jawab secara langsung kepada presiden.

BPOM bertugas mengawasi dan menetapkan standarisasi produk obat dan makanan (termasuk minuman, obat/jamu tradisional, kosmetika, suplemen kesehatan, dan NAPZA/narkotika, psikotropika, zat aditiv). Sedangkan

BSN bertugas meiakukan standarisasi produk secara umum agar sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Produk yang dijual di masyarakat (termasuk produk yang dijual via jaringan internet) harus mematuhi aturan BPOM dan harus memenuhi aturan tentang SNI.

2. Hak dan Kewajiban Konsumen serta Pelaku Usaha

Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang Iain maupun makhluk hidup Iain dan tidak untuk diperdagangkan. Pelaku Usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukurn maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah nukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersamasama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.m8

Periindungan konsumen berasaskan manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan dan keselamatan konsumen, serta kepastian hukum. Perlindungan konsumen bertujuan:

a) meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri;

b) mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa;

c) meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen;

d) menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi;

e) menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha;

f) meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelang

sungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumen.”09

a) hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkon

sumsi barang dan/atau jasa;

b) hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang

dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;

c) hak atas informasi yang benar, jeias, dan jujur mengenai kondisi dan

jaminan barang dan/atau jasa;

d) hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau

jasa yang digunakan;

e) hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyele

saian sengketa perlindungan konsumen secara patut;

f) hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;

g) hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur ser’ca tidak diskriminatif; h) hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;

i) hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan Iainnya.110

Kewaiiban Konsumen adalah: a) membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian

atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

‘Lihat Pasal 2 clan 3 UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Lihat Pasal 4 UU 8/1999

b) beritikad baik dalarn melakukan transaksi pernbelian barang dan/atau jasa;

c) membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;

d) mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsurnen secara patut.”

Hak Pelaku Usaha adalah:

a) hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;

b) hak untuk mendapat perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak baik;

c) hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum sengketa konsurnen;

d) hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahvva kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;

e) hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundangundangan lainnya.Hz

Kewajiban Pelaku Usaha adalah:

a) beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya;

b) memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan;

c) memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;

d) menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku;

e) memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang dan/atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau yang diperdagangkan;

f) memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian

akibat penggunaan, pemakaian clan pemanfaatan barang dan/atau gasa yang diperdagangkan;

g) memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.‘13

3. Perbuatan yang Dilarang bagi Pelaku Usaha

UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen juga mengatur tentang jenis perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha. Pasal 8 Ayat (1) UU 8/1999 me nyatakan pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagang‘11 kan barang/jasa yang:

a) tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan

dan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b) tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah da

lam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;

c) tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hi

tungan menurut ukuran yang sebenarnya;

d) tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam Iabei, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;

e) tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolah atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau ketev rangan barang dan/atau jasa tersebut;

f) tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjuaian barang dan/atau jasa tersebut;

g) tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau }angka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu;

h) tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara haial, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;

i) tidak memasang label atau membuat penjeiasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan Iain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;

j) tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan baiang dalam bahasa Indonesia 5esuai dengan ketentuan perundang~undangan yang berlaku.

Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran dilarang memperdagangkan barang/ jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.

Pasal 9 Ayat (1) UU 8/1999 menyatakan pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan suatu barang dan/atau jasa secara tidak benar, dan/atau seolah-olah:

a) barang tersebut telah memenuhi dan/atau memiliki potongan harga, harga khusus, standar mutu tertentu, gaya atau mode tertentu, karakteristik tertentu, sejarah atau guna tertentu;

b) barang tersebut dalam keadaan baik dan/atau baru;

c) barang dan/atau jasa tersebutielah mendapatkan dan/atau memiliki sponsor, persetujuan, perlengkapan tertentu, keuntungan tertentu, ciriciri kerja atau aksesori tertentu;

d) barang dan/atau jasa tersebut dibuat oleh perusahaan yang mempunyai sponsor, persetujuan atau afiliasi;

e) barang dan/atau jasa tersebut tersedia;

f) barang tersebut tidak mengandung cacat tersembunyi;

g) barang tersebut merupakan kelengkapan dari barang tertentu;

h) barang terse-but berasal dari daerah tertentu;

i) secara Iangsung atau tidak langsung merendahkan barang dan/atau jasa lain;

j) menggunakan kata-kata yang berlebihan, seperti aman, tidak berba

haya, tidak mengandung risiko atau efek sampingan tanpa keterangan yang Iengkap;

k) menawarkan sesuatu yang mengandung janji yang belum pasti.

Barang/jasa sebagaimana dimaksud Pasal 9 Ayat (1) dilarang untuk diperdagangkan. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran Pasal 9 Ayat (1) dilarang melanjutkan penawaran, promosi, dan pengiklanan barang jasa tersebut‘ Selanjutnya, Pasal 62 UU 8/1999 menyatakan pelaku usaha 7 yang melanggar ketentuan Pasal 8 dan Pasal 9, dipidana dengan pidana ; penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak RpZ Miliar. Terhadap pelanggaran yang mengakibatkan Iuka berat, sakit berat, , cacat tetap atau kematian, juga dapat dikenakan ketentuan sanksi pidana sesuai KUHP.

Pasal 10 UU 8/1999 menyatakan Pelaku Usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai:

a) harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa;

b) kegunaan suatu barang dan/atau jasa;

c) kondisi, tanggungan, jaminan, hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa;

d) tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan;

e) bahaya penggunaan barang dan/atau jasa.

Pasal 11 UU 8/1999 menyatakan pelaku usaha dalam hal penjualan diIakukan melalui cara obral atau lelang, dilarang mengeIabui/menyesatkan konsumen dengan;

a) menyatakan barang dan/atau jasa tersebut seolah-olah telah memenuhi stander mutu tertentu;

b) menyatakan barang dan/atau jasa tersebut seolah-olah tidak mengandung cacat tersembunyi;

c) tidak berniat untuk menjual barang yang ditavvarkan melainkan dengan maksud untuk menjual barang 1ain;

d) tidak menyediakan barang dalarn jumlah tertentu dan/atau jumlah yang cukup dengan maksud menjual barang yang lain;

e) tidak menyediakan jasa dalam kapasitas tertentu atau dalam jumlah cukup dengan maksud jasa yang Iain;

f) menaikkan harga atau tarif barang dan/atau jasa sebelum melakukan obral.

Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu dan jumlah tertentu, jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditavvarkan, dipromosikan, atau diikiankan.

Peiaku usaha dilarang menavvarkan, mempromosikan, atau mengiklankan suatu barang dan/jasa dengan cara menjanjikan pemberian hadiah berupa barang dan/atau jasa Iain secara cuma-cuma dengan maksud tidak memberikannya atau memberikan tidak sebagaimana yang dijanjikannya. Selain itu, pelaku usaha juga dilarang menavvarkan, mempromosikan atau mengiklankan obat, obat tradisional, suplemen makanan, alat kesehatan, dan jasa pelayanan kesehatan dengan cara menjanjikan pemberian hadiah berupa barang dan/atau jasa lain.115

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dengan memberikan hadiah melalui cara undian, dilarang untuk:

a) tidak melakukan penarikan hadiah setelah batas waktu yang dijanjikan;

b) mengumumkan hasilnya tidak meialui media massa;

c) memberikan hadiah tidak sesuai dengan yang dijanjikan;

d) mengganti hadiah yang tidak setara dengan nilai hadiah yang dijanji

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa dilarang melaku

kannya dengan cara pemaksaan atau cara lain yang dapat menimbulkan E gangguan baik maupun psikis terhadap konsumen. Selain itu, pelaku usaha daarn menavvarkan barang dan/atau jasa melalui pesanan dilarang untuk:

(a) tidak menepati pesanan dan/atau kesepa katan we ktu penyelesaian

sesuai dengan yang dijanjikan

(b) tidak menepati janji atas suatu pelayanan

dan/atau presmefl.117 Pelaku Usaha Periklanan dilarang memproduksi iklan yang:

a) mengelabui konsumen mengenai kuaiitas, kuantitas, bahan, kegunaan

dan harga barang dan/atau tarifjasa serta ketepatan Waktu penerimaan barang dan/atau jasa;

b) mengelabui jaminan/garansi terhadap barang dan/atau jasa;

c) memuat informasi yang keliru, salah, atau tidak tepat mengenai barang dan/atau jasa;

d) tidak memuat informasi mengenai risiko pemakaian barang dan/atau

e) mengeksploitasi kejadian dan/atau seseorang tanpa seizin yang bervve

nang atau persetujuan yang bersangkutan;

f) melanggar etika dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai periklanan.

Pelaku Usaha Periklanan dilarang melanjutkan peredaran iklan yang telah melanggar ketentuan tersebut oli atas.

Pasal 18 Ayat (1) UU 8/1999 menyatakan pelaku usaha dalam menavvarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang

4. Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Pelaku usaha bertanggung jawab memberi ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/ atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Ganti rugi dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis dan setara niiainya, atau peravvatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pemberian ganti rugi’dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari 5 setelah tanggai transaksi. Pemberian ganti rugi tidak menghapuskan kemungkinan adanya tuntutan pidana berdasarkan pembuktian lebih lanjut f mengenai adanya unsur kesalahan. Ketentuan tersebut tidak beriaku apabila pelaku usaha dapat membuktikan bahvva kesalahan tersebut merupakan I kesalahan konsumen.

Pelaku usaha periklanan bertanggung javvab atas iklan yang diproduksi dan segala akibat yang ditimbulkan oieh iklan tersebut. Importir barang ‘; bertanggung javvab sebagai pembuat barang yang diimpor apabiia importasi ; barang tersebut tidak dilakukan oleh agen atau perwakilan produsen luar

4 negeri. Importir Jasa bertanggung jawab sebagai penyedia jasa as’mg apabila penyediaan jasa asing tersebut tidak dilakukan oleh agen atau perwakilan penyedia jasa asing.

Pembuktian ada tidaknya unsur kesalahan dalam kasus pidana dan/atau tuntutan ganti rugi yang terkait dengan masalah perlindungan konsumen merupakan beban dan tanggungjawab pelaku usaha. Khusus untuk kasus pidana, jaksa tetap mempunyai hak untuk melakukan pembuktian. Pelaku usaha yang menolak dan/atau tidak memberi tanggapan dan/atau tidak memenuhi ganti rugi atas tuntutan konsumen, dapat digugat melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsurnen (BPSK) atau mengajukan ke badan peradilan di tempat kedudukan konsumen.

Pelaku usaha yang menjual barang dan/atau jasa kepada pelaku usaha

Iain bertanggung jawab atas tuntutan ganti rugi dan/atau gugatan konsumen apabila:

a) pelaku usaha lain menjual kepada konsumen tanpa melakukan perubahan apa pun atas barang dan/atau jasa tersebut;

b) pelaku usaha lain, di dalam transaksi jual beli tidak mengetahui adanya perubahan barang dan/ataujasa yang dilakukan oleh pelaku usaha atau tidak sesuai dengan contoh, mutu, dan kornposisi.

Pelaku usaha dibebaskan dari tanggung javvab atas tuntutan ganti rugi dan/atau gugatan konsumen apabila pelaku usaha Iain yang membeli barang dan/atau jasa menjual kembali kepada konsumen dengan meiakukan perubahan atas barang dan/atau jasa tersebut.

Pelaku usaha yang memproduksi barang yang pemanfaatannya berkeIanjutan dalam batas waktu sekurang—kurangnya 1 (satu) tahun wajib menyediakan suku cadang dan/atau fasilitas purna jual dan wajib memenuhi jaminan atau garansi sesuai dengan yang diperjanjikan. Pelaku usaha tersebut bertanggung jawab atas tuntutan ganti rugi dan/atau gugatan konsumen apabila pelaku usaha tersebut: (a) tidak menyediakan atau lalai menyediakan suku cadang clan/atau fasilitas perbaikan, den/atau (b) tidak memenuhi atau gagal memenuhi jaminan atau garansi yang diperjanjikan. Di samping itu, Pelaku Usaha yang memperdagangkan jasa juga wajib memenuhi jaminan den/atau garansi yang disepakati dan/atau yang diperjanjikan.

Menuruit Pasal 27 UU 8/1999, pelaku usaha yang memproduksi barang dibebaskan dari tanggung jawab atas kerugian yang diderita konsumen, apabila:

a) barang tersebut terbukti seharusnya tidak diedarkan atau tidak dimaksudkan untuk diedarkan;

b) cacat barang timbul pada kemudian hari;

c) cacat timbul akibat ditaatinya ketentuan mengenai kualifikasi barang;

kelalaian yang diakibatkan oleh konsumen;

lewatnya jangka waktu penuntutan 4 {empat) tahun sejak barang dibeli

atau lewatnya jangka waktu yang diperjanjikan.

5. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN)

Dalam rangka mengembangkan upaya perlindungan konsumen di Indonesia, dibentuklah Badan Perlindungan Konsumen Nasionai (BPKN). BPKN berkedudukan di ibu kota negara Republik Indonesia (Jakarta) dan bertang— l gung javvab kepada presiden. BPKN mempunyai fungsi memberi saran dan 5 pertimbangan kepada pemerintah dalam upaya mengembangkan perlinE dungan konsurnen di Indonesia.

Dalam rangka menjalankan fungsinya, BPKN mempunyai tugas:

a) memberi saran dan rekomendasi kepada pemerintah dalarn rangka penyusunan kebijaksanaan di bidang perlindungan konsumen;

b) melakukan penelitian dan pengkajian terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku di bidang perlindungan konsumen;

c) melakukan penelitian terhadap barang dan/atau jasa yang menyangkut keselamatan konsumen;

d) mendorong berkembangnya lembaga perlindungan konsumen swadaya l masyarakat;

e) menyebarluaskan informasi melalui media mengenai perlindungan kong sumen dan memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen;

f) menerima pengaduan tentang perlindungan konsurnen dari masyarakat, lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat, atau pelaku F usaha;

g) melakukan survei yang menyangkut kebutuhan konsumen.

Dalam melaksanakan tugasnya, BPKN dapat bekerjasama dengan 1 organisasi konsurnen internasionai.

BPKN terdiri atas seorang ketua merangkap anggota, seorang wakii ketua merangkap anggota, serta sekurang-kurangnya 15 orang dan sebanyakbanyaknya 25 orang anggota yang mewakili semua Anggota BPKN diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Perdagangan, setelah dikonsultasikan kepada DPR. Masa jabatan ketua, wakil ketua, dan anggota BPKN selama tiga tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya. Ketua dan wakil ketua BPKN dipilih oleh anggota.

Anggota BPKN terdiri atas unsur:

a) Pemerintah;

b) Pelaku usa ha;

c) Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM); d) Akademis; dan

e) Tenaga ahli.

Jumlah wakil setiap unsur yang menjadi anggota BPKN tidak harus sama, namum keseimbangan jumlah wakil setiap unsur harus diperhatikan. Persyaratan keanggotaan BPKN adalah:

a) Warga Negara Republik Indonesia;

b) Berbadan sehat;

c) Berkelakuan baik;

d) Tidak pernah dihukum karena kejahatan;

e) Memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang perlindungan konsumen; dan

f) Berusia sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun.

Keanggotaan BPKN berhenti karena:

a) meninggal dunia;

b) mengundurkan diri atas permintaan sendiri;

c) bertempat tinggal cli luar Wilayah Republik Indonesia;

d) sakit secara terus menerus;

e) berakhir masa jabatan sebagai anggota; atau

f) diberhentikan.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas, BPKN dibantu oleh sekretariat Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris yang diangkat oleh Ketua BPKN.

Categories: Uncategorized Tags:

Pengertian Dan Ruang Lingkup Transaksi Elektronik

March 7th, 2014 No comments

Kata “transaksi berasal dari kata bahasa lnggris “transaction” yang meK rupakan hasil gabungan dua kata yaitu “trans” dan “action”. “Fans” berarti “Iintas”, sedangkan “action” berarti “aksi” atau “tindakan”. Jadi “transaksi” dapat diartikan aksi atau tindakan yang dilakukan secara lintas personal, oieh dua pihak atau Iebih untuk mencapai kata sepakat. Kata transaksi umumnya digunakan di bidang bisnis atau perdagangan yang I menggambarkan terjadinya kesepakatan antara pihak penjual dan pembeli E untuk melakukan jual-beli produk berdasarkan harga, jumlah, kualitas, Waktu penyerahan dan syarat lain yang disepakati dalam sebuah kontrak.

Masyarakat awam masih banyak yang mengartikan “transaksi” sebagai “transaksi pembayaran”. Makna “transaksi” sebenarnya Iebih Iuas dariF pada sekadar “transaksi pernbayaran”, sebab transaksi berkaitan dengan g. tlndakan para pihak (penjual dan pembeli) untuk melakukan penjajagan, Mgosiasi dan kesepakatan jual-beli yang kemudian diakhiri dengan penye— transaksi (settlement) berupa pembayaran (oleh pihak pembeli) dan pinyerahan obyek transaksi (ofeh pihak penjual). Kadangkala transaksi juga E dlpat melibatkan pihak ketiga sebagai penjamin transaksi.

E Bisnis on/ine atau e-commerce berkaitan erat dengan transaksi bisnis iymg dilakukan dengan menggunakan media elektronik (termasuk internet) IU yang lazim dinamakan “transaksi elektronik” (e-transacn’on) Dengan lain, transaksi elektronik dapat diartikan sebagai kesepakatan jual

beli antara para pihak (penjual dan pembeH) untuk memperdagangkan suatu produk (barang/jasa) melalui media eiektronik (termasuk internet) berdasarkan harga, jumlah, kualitas, waktu penyerahan, vdan syarat-syarat lain yang disepakati dalam sebuah kontrak elektronik (e-conrract) Syaratsyarat lain dalam sebuah transaksi bisnis misalnya syarat tentang cara pembayaran, asuransi, jaminan puma jual, dan Baca selengkapnya

Categories: Uncategorized Tags:

Apa Itu HTML?

January 9th, 2014 No comments

HTML adalah singkatan dari Hyper Text Markup Language, yaitu bahasa (aturan) standar yang digunakan untuk menampilkan teks, gambar, video dan audio ke dalam halaman web. HTML merupakan file teks yang tersusun atas elemen-elemen yang disebut dengan tag. Tag HTML diapit dengan tanda lebih kecil (<) dan tanda lebih besar (>), misalnya: <html>, <head>, <body>, dan lain—lain. Tag HTML ada yang memiliki pasangan, ada juga yang tidak. Jika suatu tag memiliki pasangan, maka tag penutup akan disertai dengan tanda slash (/), misalnya: /htm1>, /head>, /body>, dan lain—lain.

Dokumen atau file HTML dapat dibuat menggunakan aplikasi Text Editor apa saja, dan disimpan dengan ekstensi .html atau .htm. Untuk memudahkan proses belajar Anda, penulis merekomendasikan agar Anda menggunakan Text Editor yang secara khusus dirancang untuk menulis kode-kode HTML. Saat ini, sudah banyak soflware Text Editor untuk HTML yang ditawarkan secara gratis di internet.

 

Categories: Uncategorized Tags:

Menyelamatkan File Word Yang Kena Virus

December 30th, 2013 No comments

Virus merupakan salah satu ancaman yang masih menakutkan bagi para pengguna komputer dan internet. Apalagi ketika file yang terkena virus tersebut adalah file penting seperti file laporan skripsi, laporan keuangan kantor, laporan tesis, dan lain sebagainya.

Jika file yang Anda punya telah terkena virus maka Anda masih bisa menyelamatkan file tersebut. Caranya sebagai berikut.

1. Klik kanan pada file yang terkena virus tersebut kemudian pilih Open with > Wordpad.
cara-bikin-website-gambar1

2. Setelah terbuka di Wordpad, Anda bisa melakukan proses Save As dan simpan dengan nama serta format Iainnya.

Categories: Uncategorized Tags:

Menyisipkan Tanda Tangan Digital Ke Dokumen

December 24th, 2013 No comments

Setelah Anda selesai membuat tanda tangan digital seperti yang telah disebutkan pada bab sebelumnya, berikut ini tips untuk memasukkan tanda tangan digital tersebut ke dalam dokumen word.

1. Buka aplikasi word Anda kemudian pilih pada ribbon Insert > Signature Line.
bisnis-online-menjanjikan-gambar1

2. Pada kotak dialog Signature Setup, masukkan nama yang pemberi tanda tangan, jabatan, serta email.
bisnis-online-menjanjikan-gambar2

3. Klik tombol OK sehingga akan tampil lokasi yang akan dimasukkan tanda tangan digital tersebut. Pilih pada ikon Office yang ada pada sebelah kiri atas aplikasi word kemuculan pilih Prepare > Add a Digital Signature.
bisnis-online-menjanjikan-gambar3

4. Kotak dialog Get a Digital ID akan tampil.
bisnis-online-menjanjikan-gambar4

5. Misal, Anda memilih Create your own digital ID sehingga akan tampil kotak dialog Create a Dgital ID. Masukkan nama, email, organisasi, serta lokasi Anda dan klik tombol Create.
bisnis-online-menjanjikan-gambar5

6. Pada kotak dialog Sign, masukkan alasan Anda akan menggunakan tanda tangan digital tersebut.
bisnis-online-menjanjikan-gambar6

7. Klik tombol Sign sehingga tampil tab Signature pada sebelah kanan aplikasi.
bisnis-online-menjanjikan-gambar7

8. Klik pada nama di bagian Requested Signature kemudian pilih Sign clan masukkan image/gambar yang telah Anda simpan tadi.
bisnis-online-menjanjikan-gambar8

9. Gambar yang telah dipilih akan ditambahkan secara otomatis.
bisnis-online-menjanjikan-gambar9

10. Tanda tangan tersebut akan ditambahkan pada dokumen yang ada.
bisnis-online-menjanjikan-gambar10

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Memperbesar Gambar Pada Website

December 6th, 2013 No comments

Ketika Anda sedang berkunjung ke sebuah website dan Tefginginkan untuk melihat gambar yang ditampilkan dengan besar maka Anda perlu meng-klik gambar tersebut sehingga tampil ukuran aslinya.

Namun tips berikut memudahkan Anda melihat gambar mwgan jelas. tanpa harus klik gambar. Anda cukup meletakkan W‘Iunor mouse pada gambar maka gambar aslinya akan nampak. bisa menggunakan add-ons dari Mozilla Firefox yaitu Thumbnail Zoom Plus.

1. Buka haiaman website yang memuat Thumbnail Zoom Plus di https://addons.mozilla.org/en-S/firefox/addon/thumbnail-zoom-plus/.
sukses-bisnis-online-gambar1

2. Klik pada tombol Add to Firefox untuk menambahkan add ons tersebut ke browser Mozilla.

3. Kotak dialog konfirmasi untuk menginstal! add-ons akan tampil pada browser Mozilla.
sukses-bisnis-online-gambar2

4. Klik tombol Install Now dan ikuti semua proses langkall instalasinya.

5. Buka situs yang Anda kunjungi, misal halaman website New York Times, seperti berikut ini dan dekatkan kursor mouse pada gambar yang dipilih, gambar yang dipilih akan menjadi besar.

sukses-bisnis-online-gambar3

Categories: Uncategorized Tags:

Membersihkan PC Tanpa Buka Casing

December 3rd, 2013 No comments

Kebersihan PC merupakan hal yang perlu anda perhatikan. PC yang tidak pernah dibersihkan, dengan debu yang tebal di dalamnya akan menyebabkan aliran udara dalam PC mnejadi terhambat. Ujung-ujungnya akan berpengaruh pada komponan di dalamnya, menjadi panas dan lembap. Jika sudah seperti ini maka kinerja komponen tidak akan maksimal atau bahkan rusak karena debu-debu yang ada didalam atau sekitar komponen.

 cara-bikin-website-gambar1

Untuk membersihkan PC tanpa membuka casing, caranya seperti sebagai berikut.

 

1. Biasanya debu-debu akan berada di Iubang-lubang ventilasi sehingga Anda bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkannya.

2. Jika menggunakan air untuk membersihkan, sebaiknya Anda menggunakan kain halus dan semprotkan air pada kain halus tersebut kemudian bersihkan casing PC dengan perlahan.

3. Untuk membersihkan layar monitor, gunakan kain atau tissue yang lembut sehingga tidak akan merusak.

4. Untuk keyboard, balikkan keyboard dan goyang-goyang sehingga makanan atau remah-remah roti yang ada di dalam akan jatuh semua. Untuk debu yang masih ada, Anda bisa menggunakan vacuum cleaner kecil untuk membersihkanya.

 cara-bikin-website-gambar2

5. Untuk mouse, jika Anda masih menggunakan mouse modvl lama dnegan bola di bawahnya, maka buka penutup bawahnya dan bersihkan bola yang ada bawah tersebul karena bola ya‘ng kotor gerakan mousv menjadi tidak lancar/tersendat-sendat. Begitu juga wadah bola, perlu Anda bersihkan dari debu/kotoran yang melekat.

 cara-bikin-website-gambar3

Jlka menggunakan mouse optik, maka bisa dibersihkan dengan lhggunakan cotton-bud pada bagian bawah lensa, tempat cahaya LED, juga pada bantalan plastik di ujung-ujung mm: (yang biasanya terdapat debu banyak di sana).
cara-bikin-website-gambar4

6. Jika sewaktu membesihkan dan tidak sengaja, komputer tcrsiram air maka lepas segera kabel power supply, keringkan air yang ada dalam PC. Jangan dinyalakan sampai Anda yakin telah kering betul!

Demlkian tips yang bisa Anda Iakukan untuk membersihkan Qplup tanpa harus membuka casing-nya.

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Strategi Penjualan Yang Menggandakan Omzet

November 27th, 2013 No comments

Tim Connor dikenal sebagai pembicara dan pelatih
terkenal di dunia serta penulis terbaik dalam bidang
marketing. Dia adalah seorang pengarang lebih dari 70 buku,
beberapa di antaranya masuk dalam kategori best sellers,
seperti Soft Sell (saat ini telah diterjemahkan ke dalam 21
bahasa dunia, Above Ground, A Story Of LU”e’s Gfts To You and
Lyfe Is Short, Live Laugh And Love While You Can. Sejak
tahun 1981, buku karangan Tim, telah terjual lebih dari 3 (tiga) juta kopi di 23 negara di dunia.

Tim adalah CEO Connor Resource Group dan Peak
Performance Institute. Dia telah menjadi pembicara puma
Waktu, pelatih, konsultan, dan penulis buku dengan pen-
jualan terbaik selama 35 tahun. Sejak 1973, ia telah mem-
berikan lebih dari 4.000 presentasi di 21 negara di seluruh
dunia untuk berbagai khalayak.

Setiap tahun, lebih dari 85% dari presentasi Tim,
dihadiri oleh klien yang sama untuk topik-topik, seperti
manajemen kinerja tertinggi, kepemimpinan yang efektif,
strategi penjualan berfokus pelanggan, rnotivasi pribadi,
membangun bisnis yang positif dan hubungan yang pribadi.

Setiap tahun, ia juga rnemfasilitasi sejumlah pe-
rencanaan kegiatan dan pertemuan strategis untuk para
kliennya dan rnenyajikan Boot Camps untuk penjualan dan
manajemen publik. Dia seorang pelatih dan konsultan
bisnis yang selalu berorientasi pada hasil. Setiap tahun, ia
bekerja dengan beberapa klien tertentu untuk membantu
meningkatkan kinerja individu dan organisasi mereka. 0
Tim telah menjadi anggota National Speakers Assn.
selama lebih dari 25 tahun. Selain itu, ia juga salah satu dari
400 pembicara profesional bersertifikat di dunia, sebuah
gelar yang diberikan oleh National Speakers Association sejak
tahun 1979.

Jumlah klien berkisar antara 5 – 50 juta orang dari
berbagai industri, seperti industri makanan, distribusi dan
manufaktur, konstruksi dan perurnahan, jasa keuangan,
teknologi dan komunikasi, serta pelayanan profesional
yang bersifat pribadi. V

STRATEGI PENJUALAN
YANG MENGGANDAKAN OMZET

Sangat disayangkan hari ini bahwa banyak tenaga
penjualan rnasih mengikuti standar “lama” dalam mem-
buat rencana kunjungan mereka pada klien dan prospek
mereka. Daripada mengulangi cara dan pendekatan yang
usang serta ketinggalan zaman di atas, saya ingin mem-
bagi filosofi clan sikap yang sedang digunakan oleh tenaga
penjual yang sukses dewasa ini dan yang juga digunakan
oleh para superstar masa depan.

Pertama, Siapakah Anda? Apa penclapat, prasangka,
penilaian, sikap, keyakinan dan nilai-nilai serta filosofi
yang mungkin menyabotase keberhasilan penjualan Anda.
Apakah Anda tahu siapa Anda sesungguhnya? Apakah
Anda tahu siapa yang Anda libatkan dalam penjualan
Anda? Apakah Anda mengirim pesan nonverbal yang
konsisten dengan perilaku verbal Anda? Bagaimana
prospek Qian klien Anda menggambarkan perilaku dan
sikap Anda? Sebuah penilain diri yang jujur dan me-
nyeluruh serta memodifikasi sikap dan perilaku yang salah,
sangat penting untuk mencapai otonomi dan kesuksesan
dalam penjualan dalam sebuah iklillfl bisnis yang baru.

Kedua, Apa tujuan dan misi dasar Anda dalam men~
jual? Apa1< ah untuk menghasilkan uang? Melayani klien
Anda? Membangun perusahaan Anda? Memberikan
kontribusi kepada masyarakat? Menyediakan kebutuhan
kini dan masa depan bagi keluarga Anda? Bersenang-
senang? Menikmati kesempatan untuk menentukan karier
dan tujuan keuangan Anda? Aspek penjualan apa yang
benar-benar Anda rasa bersemangat? Apakah Anda akan
mengubah karier untuk mendapatkan pujian, pengakuan,
tantangan, tanggung jawab, uang atau peluang yang lebih
banyak?

Ketiga, Tipe orang seperti apa yang Anda inginkan
berada di sekeliling Anda? Bagaimana Anda ingin meng-
habiskan Waktu karier Anda? Apa lagi yang penting bagi
tetap menjalin kontak serta dapat meningkatkan perilaku
penjualan Anda, atau dapat mengubah lingkungan atau
kecenderungan dari target Anda.

Tenaga penjualan level atas akan mempelajari bisnis
klien mereka, industri rnereka, persaingan rnereka clan
ensiklopecli informasi produk dan layanan mereka sencliri.
Ketujuh, Pemasar yang sukses tidak menjual harga.
Mereka menjual nilai. Harga selalu akan terlihat tinggi
jika nilai clianggap rendah. Ketika Anda berfokus pada
harga baik karena pengetahuan produk miskin, atau pe-
ngetahuan akan klien yang miskin atau keterampilan men-
jual yang rendah, Anda akan selalu kalah dalam jangka
panjang. Klien tidak ingin murah. Mereka menginginkan
nilai terbaik untuk uang mereka. ]il<a Anda berfokus pada
harga maka Anda tidak akan pemah rnenjadikan sales
sebagai suatu pekerjaan besar dalam profesi yang dinarnis
ini. Namun, jika Anda selalu rnenjual nilai Anda tidak perlu
khawatir kehilangan bisnis untuk persaingan harga. Oh ya,
pada jangka pendek Anda mungkin kehilangan penjualan
di sini atau di sana. Namun, jika Anda berada dalam bisnis
ini untuk jangka panjang bagi perusahaan Anda clan klien
Anda, cepat atau larnbat, prospek atau klien Anda akan
kernbali kepacla Anda clan mereka akan memberi nilai pada
apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Tenaga penjualan rniskin percaya bahwa prospek
atau klien rnembeli karena harga, dan faktor harga dilihat
sebagai satu-satunya hal yang menjadi motivasi mereka
yang utarna. Saya tidak memiliki ruang untuk mencoba
dan meyakinkan Anda sebaliknya. Saya tidak akan pernah
mencobanya. Saya akan membiarkan Anda pelajari ini di
pasar.

Kedelapan, Melakukan prospek secara efektif adalah
keterampilan penjualan paling penting yang perlu Anda
kuasai. Hal ini lebih penting daripada teknik closing yang
baik, presentasi penjualan yang baik, atau kemampuan
untuk rnenjawab resistensi klien. Tenaga penjualan terbaik
akan berada pada kesempafan terbaik saat rnereka men-
dapatkan informasi. Iika saya telah mendengar sekali saja
maka saya sudah mendengarnya jutaan kali, rencanakan
presentasi penjualan Anda. Ketika Anda rnerencanakan
presentasi penjualan, Anda membuat asumsi dasar bahwa
setiap orang yang membeli dari Anda akan membeli karena
alasan yang sama. V

Saya ingat dalam posisi penjualan pertama saya _selama
dua puluh lima tahun yang lalu di industri asuransi, saya
diberitahu untuk menghafal presentasi saya, jawaban atas
keberatan dan teknik closing. Lalu, saya pergi dan mem-
bawa cerita tentang perusahaan saya. Saya dipecat dalam
enam bulan karena saya menemukan bahwa tidak ada yang
tertarik dengan cerita perusahaan saya. Prospek saya ingin
belajar kisah mereka. Tugas menjual profesional adalah
untuk menemukan keinginan, kebutuhan, keinginan, pen-
clapat, opini, masalah, prasangka, sikap dan/atau penilaian
dari klien atau prospek.

Unsur paling penting dari proses penjualan untuk
tenaga penjual yang sukses bukanlah memberikan in-
formasi, tetapi mendapatkan informasi. Mereka tidak me-
rencanakan presentasi penjualan, tetapi merencanakan
strategi presentasi. Iika Anda telah menjual produk atau
jasa selama lebih dari tiga bulan, Anda harus tahu apa
yang harus dikatakan dan kapan mengatakan hal itu.
Seorang sales professional, tidak akan terjun ke dalam dunia

marketing, tanpa merancang terlebih dulu pertanyaan
dan informasi yang akan rnereka dapatkan. Ingat, prospek
Anda akan rnemberi tahu Anda tentang apa yang Anda
perlukan untuk dijual dan disampaikan kepada mereka.
Namun, Anda harus bertanya. Dan, jangan lupa informasi
yang tidak Anda dapatkan secara cepat, akan menambah
beban biaya penjualan atau hubungan penjualan Anda
kelak.

Kesembilan, Sebuah presentasi penjualan yang efektif
adalah presentasi yang dibawakan dalam bentuk per-
Qakapan. Iacli, bukan presentasi, tetapi percakapan. Sebuah
percakapan selalu berlangsung dua arah, bukan per-
cakapan yang satu arah. Banyak tenaga penjual telah di-
latih untuk menyampaikan pesan penjualan rnereka. Pesan
tersebut sering berupa diskusi terprogram tentang manfaat
produk atau jasa mereka. Pendekatan menjual semacam
ini belum pernah digunakan oleh real pros. Hal itu tentu
bukan Cara efektif untuk menjelaskan produk atau layanan
dengan Cara yang paling profesional dan jelas tidak dalam
konteks kepentingan terbaik prospek atau membuat
hubungan penjualan dengan klien baru. Tenaga penjualan
yang sukses lebih berkonsentrasi pada bagaimana men-
dapatkan klien daripada membuat penjualan.

Setiap calon pelanggan membeli karena alasan mereka,
bukan karena alasan tenaga penjual atau perusahaan. Saat
Anda memberikan pendekatan atau presentasi standar,
Anda menganggap bahwa setiap calon pelanggan membeli
karena alasan yang sama, atas Waktu dan cara yang sama
dalam sebuah siklus pembelian. Hal ini tentu saja tidak
benar dan juga tidak rnasuk akal. Tenaga penjualan yang
sukses akan menghubungkan setiap percakapan dengan
style membeli, kebutuhan, minat, keinginan, dan masalah
setiap pernbeli. Mereka tidak akan berusaha menunjukkan
alasan mereka membeli. ’

Kesepuluh, Resistensi penjualan dari klien atau italon
pelanggan mefnberi Anda pemaharnan yang berharga
ke dalam pikiran mereka. Tenaga penjualan yang sukses
jangan mencoba bermanuver sekitar resistensi ini, tetapi
mendapatkan resistensi tersebut secepat mungkin. Harga
merupakan contoh yang baik. Seorang penjual yang percaya
diri yang mengetahui nilai dari produk dan layanan yang
ia berikan, tidak lari dan bersembunyi dari keberatan
harga. Mereka membawa nilai dan kualitas kerja dalam
proses penjualan.

Mereka tidak takut atau khawatir atas kekurangan yang
ada dalam produk atau jasa rnereka. Mereka tahu bahwa
aspek-aspek lain yang mereka miliki dalam organisasi
mereka, seperti pelayanan dan nilai pribadi, akan memberi
nilai tambah pada apa yang belum mereka Vmiliki atau
belum mereka sediakan. Tidak ada produk atau jasa yang
sempurna untuk setiap calon pelanggan potensial dalam
setiap situasi. Cepat atau lambat, setiap calon pelanggan
harus pergi tanpa sesuatu. Pendekatan tenaga penjual yang
sukses adalah untuk memastikan bahwa calon pelanggan
memahami bahwa apa yang mereka dapatkan, lebih banyak
dari kehilangan yang mereka alami, dan bagaimana hal ter-
sebut bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.
Mitos mengatakan bahwa Anda harus sanggup men-
jual kepada semua orang lebih cepat atau lebih lambat.
Saya ingin bahwa hal itu menjacli kenyataan. Hal itu akan
membuat penjualan menjadi lebih gampang. Namun, realitas
menunjukkan bahwa dalam dunia pemasaran tidak semua
maupun di masa yang akan datang. Mungkin mereka ada-
lah prospek, tetapi bukan yang terbaik untuk Waktu,
energi, dan surnber daya yang Anda miliki saat ini. Waktu
yang tepat adalah hal yang sangat penting dalam sebuah
penjualan yang sukses.

Namun, mengingat banyak sekali potensi bisnis baru
di dunia saat ini, saya percaya bahwa meluangkan banyak
Waktu, energi, sumber daya, untuk coba mengubah prospek
miskin menjadi pelanggan atau klien, adalah suatu upaya
bpnuh diri.

Bila Anda mampu melakukan penjualan kepada
prospek miskin karena alasan apa pun maka Anda akan
menemukan fakta bahwa mereka akan sering menyebab-
kan Anda stres. Beberapa perusahaan memiliki strategi ter-
tentu untuk menjual dengan sukses dalam pasar atau
prospek tertentu. Strategi tersebut, yaitu dengan meng-
ambil bisnis yang tidak menguntungkan, yang tidak sesuai
komposisi pelanggan Anda atau tujuan jangka panjang,
Saya belum pernah berlangganan filosofi ini. Kunci untuk
menjual secara sukses adalah kemampuan untuk selalu
berada di depan semua prospek atau klien yang berkualitas
dan bukan hanya klien atau prospek tertentu saja.
Kesebelas, Penutup penjualan bukan soal bagaimana
rnernbuat trik atau manipulasi. Tidak juga menggunakan
taktik yang menimbulkan rasa takut atau rasa bersalah.
Menutup penjualan pada prospek yang memiliki kualifikasi
baik adalah suatu penutupan yang bersifat alami untuk
segala sesuatu yang telah Anda lakukan, dalam sebuah
proses penjualan yang benar dan efektif. Anda dapat mem-
bnat orang membeli hal yang tidak mereka butuhkan, tetapi

Anda tidak dapat membuat orang membeli hal yang tidak
mereka inginkan. Tenaga penjualan yang miskin mencoba
untuk mengubah prospek miskin menjadi pelanggan atau
klien. Seorang tenaga penjual yang baik mengidentiflkasi
prospek yang balk pada awal proses dan membantu mereka
mendapatkan apa yang mereka inginkan; Hal itu mereka
lakukan dengan menggunakan keterampilan rnenclengar
yang baik, membagikan pemahaman klien atau prospek
dan kesediaan untuk bersikap fleksibel dan kompromistis.
Kunci untuk closing sukses adalah melakukan prospek
secara efektif.

Keduabelas, Layanan puma jual adalah lem yang mem-
buat pelanggan setia, membeli lebih banyak dan bersedia
memberikan arahan dan referensi positif. Tenaga penjualan
yang terbaik akan bekelja keras untuk mempertahankan
klien mereka sama seperti yang mereka lakukan saat dia
bekerja untuk mendapatkan klien tersebut. Mereka paham
bahwa klien akan selalu memiliki pilihan baru untuk
layanan atau produk yang mereka jual. Untuk menjaga
klien mereka puas mereka terus-menerus melakukan pe-
ngecekan terhadap keadan klien. Mereka selalu memeriksa
persepsi dan sikap klien. Seorang penjual miskin akan
mengambil uang dan kabur.

Ada satu pelajaran yang telah clipelajari oleh seorang
salesman terbaik, yaitu menjalankan usaha dengan klien
yang telah ada sekarang, jauh lebih mudah dan murah,
daripada mencari seorang klien baru. Waktu, energi, dan
sumber daya yang disediakan untuk mernelihara atau
menjaga hubungan dengan klien, hampir sama banyak
dengan yang dibutuhkan untuk mencari klien baru.
Saya yakin jika Anda telah menjual untuk Waktu sekian
tahun, Anda mungkin akan mengambil gagasan dari
apa yang saya sampaikan ini. Itu bagus. Saya berharap
bahwa saya telah mernicu beberapa pemikiran dalam diri
Anda. Mereka yang tidak berseclia untuk beradaptasi atau
mengubah pendekatan dan strategi mereka dalam menjual,
akan terjebak dalam persepsi yang tidak realitis dan ke-
tinggalan Zaman.

Saya rneminta Anda menguji kembali filosofi penjualan
Anda dalam konteks kecenderungan konsumen dan pasar
saat ini. Saya yakin bahwa sebagian dari Anda harus kembali
fokus pada sikap dan pendekatan berbasis pelanggan jika
Anda ingin unggul dalam pekerjaan Anda sebagai seorang
sales dalam beberapa tahun ke depan.

 

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

JANGAN BUANG LIMBAH KAYU!

November 11th, 2013 No comments

JANGAN BUANG
LIMBAH KAYU!

Keindahan dan kemewahan
sebuah rumah, bukan hanya terletak pada
ukuran dan bentuk bangunannya melainkan
juga pada bagaimana mengatur tata Ietak
furniturenya dan furniture yang digunakan.
Rumah yang berkonsep minimalis, misalnya,
belum tentu berkurang keindahannya bila
dibandingkan dengan rumah mewah berikut
aneka fumiturenya yang mahal dan bermerek
terkenal, hanya karena menggunakan furni-
ture “sederhana”.
Berkaitan dengan itu, kini banyak rumah
berkonsep minimalis – ukuran bangunan tidak
luas dan jumlah penghuninya tidak banyak -
tapi ingin tetap teriihat indah dan nyaman, ditata
dengan furniture “sederhana” tapi berfungsi
ganda. Ambil contoh, Iampu hias dari kayu
Iimbah. Selain mampu menerangi setiap sudut
ruangan, Iampu-Iampu artistik yang terbuat
dari kayu (limbah) sengon, pinus, rami,
sungkai, dan mahoni ini juga dapat
memperindah ruangan-ruangan nan mungil
sebuah rumah.
“Memang sejauh ini atau 70% peminat

Iampu hias kreasi saya ini masih kalangan
ekspatriat. Karena, Iampu-Iampu semacam ini
tidak mudah masuk ke suasana rumah orang
zaman sekarang, yang Iebih memilih produk-
produk Da Vinci, misalnya. Lampu-Iampu saya
hanya diminati oleh orang-orang yang konsep
mmahnya minimalis,” kata Fludianto Handojo,
kreator Iampu hias dari kayu Iimbah.
Rudy, begitu dia disapa, yang mulai
“membisniskan” hobinya ini sekitar enam tahun
Ialu termasuk pencinta seni sejati. “Sebagai
Sehubungan dengan hal itu, arsitek, tentu saya ingin
yang bagus. Tapi, jika rumah tidak dihias dengan b
akan menjadi rumah ditata dengan Iampu yang bagus
I sebuah rumah tidak akan tampak, agus pula
membantu memban rumah dengan elemen
dia buat, yaitu Iampu yang cahaya. Lalu,
dia biarkan cahaya un karakter

 

Categories: Uncategorized Tags:

Beberapa Bisnis Online Menjanjikan

October 16th, 2013 No comments

Mungkin ada pertanyaan yang muncul dibenak anda apa ada bisnis online menjanjikan ? untuk itu aya akan mencoba berbagi kepada anda mengenai apa itu bisnis online. Yang harus anda pahami adalah maksud dari bisnis online adalah usaha yang dilakukan yang bisa mendapatkan untung tapi juga bisa rugi yang menggunakan internet sebagai alat pemasarannya dimana bisnis ini menjanjikan keberhasilan dn telah banyak orang telah membuktikannya. Tulisan ini untuk memberikan pengetahuan mengenai bisnis online yang mungkin banyak dari anda yang belum mengenalnya.

Karena pada kenyataannya ada banyak orang yang bisa memiliki penghasilan yang banyak dari bisnis ini. bisnis online memang membutuhkan kesabaran dan kreatifitas yang tinggi, pantang menyerah dalam menjalankannya akan tetapi tidak memerlukan modal yang banyak. dengan menekuninya ternyata mampu menjajikan penghasilan yang cukup besar. Oleh kerana itu mengapa disebut bisnis online menjanjikan karena sesuai dengan prinsip bisnis yaitu mendapatkan laba sebesar-besarnya dengan modal seminim-minimnya.
Berikut beberapa bisnis online menjanjikan yang bisa anda pilih untuk mulai anda tekuni atau mulai mencari tahu dan mempelajarinya, diataranya ialah

1. Pay Per Sale
Tugas anda adalah mempromosikan produk atau jasa sebuah perusahaan maka anda akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang terjadi. Contohnya : jika sebuah perusahaan menjual sebuah produk kemudian anda mempromosikan melalui website atau blog anda , maka setiap barang tersebut laku melalui link anda maka anda mendapatkan komisi penjualannya.

2. Pay Per Click
Usaha ini ada kaitannya dengan Google Adsense. Dimana google menawarkan para pemilik blog atau website untuk memberikan ruang iklan untuk menampilkan iklan dari Google, dimana sistem pembayarannya adalah bagi hasil atau pembayaran setiap klik.

3. Pay Per Post
Tugas ada hanya membuat sebuah artikel mengenai sebuah produk atau jasa di website atau blog kita, maka anda akan dibayar per artikel yang adan buat.

Dari berbagai pengalaman orang yang telah menjalankan bisnis online inilah tiga bisnis yang menjanjikan keuntungan yang besar. Karena itu ada baiknya jika anda mulai mempelajari bisnis online. Karena ketiga bisnis ini telah dibuktikan oleh banyak orang sebagai sebuah bisnis online menjanjikan. Patut dicara bahwa semua bisnis bisa dipelajari akan tetapi yang sudah adalah menjalankannya dan mempertahankan agar menjadi sebuah usaha jangka panjang sehingga bisa menjadi bisnis masa depan yang menjanjikan. Dan akhir kata semoga saja beberapa hal diatas bisa membantu anda untuk lebih memahami bisnis online.

Categories: Uncategorized Tags: